Pages

Sunday, February 19, 2017

Bisnis Online

Apa itu Bisnis Online?


       Bisnis Online terdiri dari dua suku kata yaitu Bisnis dan Online. Bisnis adalah usaha, atau lengkapnya adalah sebuah usaha untuk memutar kembali uang yang didadapat untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat. Sedangkan Online adalah sesuatu kegiatan yang terhubung melalui jaringan komputer yang dapat diakses melalui jaringan komputer lainnya.
        Bisnis Online adalah sebuah cara promosi atau menawarkan barang atau jasa yang di lakukan menggunakan jaringan internet
Untuk mudahnya pengertian bisnis online adalah menjual atau promosi yang dilakukan dengan cara online atau menggunakan internet dengan saling berkomukasi. Hal ini sangat berbeda sekali dengan bisnis offline, yang dimana jika ingin mendapatkan barang kita harus pergi ke tempat penjual barang tersebut, Namun dengan menggunakan bisnis online hal itu tidak lagi digunakan karena dengan menggunakan gambar dan artikel sebagai bukti akan bisa terjadi transaksi. Jadi kesimpulannya menggunakan bisnis online itu sangat mudah, Akan tetapi jika Anda menggunakan bisnis online hal yang pertama Anda tanamkan Adalah kejujuran dalam berbisnis. Sebab orang akan percaya pada Anda dan begitu sebaliknya.



Kelebihan Berbisnis Online :
  1. Tidak Terbatas Ruang dan Waktu
    Menjalankan bisnis online itu enak, karena kita bisa bekerja dimanapun dan kapanpun, jadi mau kerja di kamar, di halaman rumah atau di rumah teman Anda sekalipun bisa, dengan catatan ada perangkat dan koneksi yang tetap membantu Anda terhubung dengan internet.
  2. Kebebasan dalam Berpakaian
    Kebebesan berpakaian inilah yang mungkin tidak akan pernah bisa dirasakan pekerja kantoran pada umumnya. Jadi bersyukurlah bagi Anda yang saat ini bekerja sebagai pebisnis online karena Anda bebas memilih 'seragam kerja' dengan model apapun, termasuk hanya memakai kaos oblong sekalipun.
  3. Transaksi yang Cepat
    Perkembangan teknologi memaksa siapapun untuk bergerak lebih cepat jika tidak ingin tertinggal, begitu pula dalam hal bisnis, kecepatan dalam proses pelayanan menjadi hal yang wajib dimiliki para pebisnis. Kabar baiknya internet membuat segala sesuatunya mejadi lebih mudah dan cepat.
  4. Biaya yang murah
    Untuk menjalankan bisnis online biaya yang dibutuhkan jauh lebih murah dibandingkan dengan membuka bisnis di dunia nyata, contoh sederhananya adalah harga sewa toko online yang tentunya berada di bawah harga sewa tempat / membeli ruko.
  5. Tidak Membutuhkan Banyak Tenaga
    Bisnis online bisa dibilang sebagai pekerjaan yang santai dan tidak terlalu banyak menguras tenaga, jadi untuk Anda yang saat ini berpuasa, saya rasa tidak akan terganggu dengan aktifitas bisnis online ini, karena kenyataanya kita hanya duduk seharian di depan laptop / komputer.
Kekurangan Berbisnis Online :
  1. Maraknya Penipuan
    Tingginya jumlah para pemain bisnis online baru yang terkadang ingin cepat sukses dalam menjalankan bisnis online, hal tersebut dimanfaatkan para penipu untuk 'menyebar jaring' guna mendapatkan mangsanya dengan iming-iming cara cepat kaya atau sejenisnya, untuk itu jangan mudah percaya dengan model bisnis online yang menjanjikan cara mendapatkan uang dari internet dengan cepat dan mudah, karena rata-rata akan berakhir pada penipuan.
  2. Jarang Diproses Hukum
    Meskipun ada undang-undang ITE yang melindungi hak konsumen namun tetap saja kasus penipuan online yang telah terjadi jarang sekali berakhir pada pengadilan, karena mungkin tidak cukup bukti atau alasan lain juga karena si korban enggan untuk melapor ke polisi.
  3. Penyebaran Internet Belum Merata
    Tidak perlu jauh-jauh melihat ke luar pulau seperti NTB atau Papua, di Jawa saja, khususnya daerah Jawa Timur masih ada beberapa lokasi yang tak terjamah oleh jaringan internet. Problem lain terkait internet yaitu mahalnya harga smartphone yang mungkin tidak terjangkau oleh kalangan mengah kebawah.

Sunday, February 12, 2017

Model Bisnis Perusahaan Berbasis IT

MODEL BISNIS



Model bisnis merupakan gambaran pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai-nilai (ekonomi, sosial, ataupun bentuk-bentuk nilai lainnya). Istilah model bisnis digunakan untuk menunjukkan aspek inti suatu bisnis, termasuk mencakup maksud dan tujuan suatu bisnis tersebut.

Alexander Osterwalder menciptakan sebuah framework yang sederhana dan mudah dimengerti untuk menggambarkan bisnis kita, yaitu Business Model Canvas. Pada business model canvas tersebut terdapat 9 kotak yang mempresentasikan elemen kunci yang secara umum akan ada pada semua model bisnis, antara lain :

  1. Customer segments
  2. Value Proposition
  3. Channel
  4. Customer Relationship
  5. Revenue Stream
  6. Key Resource
  7. Key Activities
  8. Key Partner
  9. Cost

PERUSAHAAN BERBASIS IT


Perusahaan adalah organisasi yang didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang atau badan lain yang kegiatannya melakukan produksi dan distribusi guna memenuhi kebutuhan ekonomis manusia. Kegiatan produksi dan distribusi dilakukan dengan menggabungkan berbagai faktor produksi, yaitu manusia, alam dan modal. Kegiatan produksi dan distribusi umumnya dilakukan untuk memperoleh laba. Namun ada juga kegiatan produksi yang tujuannya bukan untuk mencari laba. Seperti yayasan sosial, keagamaan, dsb. Hasil suatu produksi dapat berupa barang dan jasa.

Perusahaan Berbasis IT sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi. Perusahaan ini biasanya menggunakan jasa internet dan memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berikut Jenis Perusahaan Berbasis IT:

1. Periklanan

Kegiatan kreatif yang berkaitan jasa periklanan (komunikasi satu arah dengan menggunakan medium tertentu), yang meliputi proses kreasi, produksi dan distribusi dari iklan yang dihasilkan, misalnya: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan.


2. Public Relation

Secara singkat, Public relations (PR) merupakan fungsi manajemen yang bertugas untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang baik antara organisasi dengan publiknya. Dalam menjalankan tugasnya, para praktisi PR banyak mempergunakan media dan teknologi sebagai sarana pengiriman pesan.

3. Blog/ Web logs

Blog atau Web Logs adalah media yang dapat menyebarkan berita, rumor, kritik, dan opini dengan cepat sehingga praktisi humas dapat melihat isu-isu yang beredar yang dapat mempengaruhi klien mereka.


Beberapa contoh dari Perusahaan berbasis IT adalah :

  1. blibli.com
  2. Tokopedia
  3. bukalapak
  4. lazada
  5. Berrybenka


Berdasarkan post sebelumnya,celebrity endorse sendiri merupakan salah satu jenis usaha berbasis IT yang mencakup semua jenis perusahaan berbasis IT, dimana memanfaatkan blog dan web logs serta membangun public relation untuk melaksanakan periklanan, maka proses bisnis kasus celebrity endorse sendiri berdasarkan framework Alexander Osterwalder adalah seperti berikut


Model Bisnis Celebrity Endorse



Saturday, February 11, 2017

Celebrity Endorse (Tugas Besar)

Klik sini untuk menuju ke video


1. Proses Bisnis

Celebrity Endorse atau lebih di kenal dengan Endorser pada umumnya memiliki cara kerja yang sama dengan tarif pembayaran yang berbeda-beda. Dalam pelaksanaannya tidak terdapat struktur organisasi. Tarif pembayaran Endorser berbeda-beda dilihat dari beberapa faktor, seperti pengaruh timbal balik, banyak pengikut, kualitas foto dan lain sebagainya.
Endorser memiliki prosedur aktivitas kerja sebagai berikut :
  1. Online Shop/ Brand membeli jasa iklan dari endorser
  2. Endorser memberikan tarif per iklan dan memilih barang yang akan dipromosikan
  3. Online Shop/Brand membayar tarif dan mengirimkan produk yang telah disepakati
  4. Endorser melakukan pemotretan dan memposting foto ke akun social media setelah menerima produk.


Sumber daya yang digunakan dalam pelaksanaanya antara lain :
  1. Sumber Daya Alam : Sebagai background/lokasi foto.
  2. Sumber Daya Manusia : Endorser sendiri dan photographer.
  3. Sumber Daya Modal : Camera, Tripod, Komputer.



2. Permodelan
Proses permodelan sendiri terdiri dari beberapa tahap :
  
1.      Penerimaan product
2.      Survey lokasi
3.      Pengambilan foto
4.      Pengeditan foto
5.      Membentuk kalimat promosi yang menarik audiens
6.      Survey waktu dan hari
7.      Posting

3. Evaluasi dan Pengujian

Berikut hasil evaluasi dan pengujian terhadap jasa endorse yang telah dilaksanakan:

1. Evaluasi berdasarkan pengaruh endorse

     

2. Berdasarkan Feedback pemilik online shop yang menggunakan jasa

3. Berdasarkan Analisis SWOT:


Strength (Kekuatan):

  1. Mendapatkan pemasukan (uang) sebagai part time maupun full time
  2. Dapat melakukan endorse produk ataupun jasa
  3. Endorser memiliki waktu yang flexibel
  4. Endorser tidak memiliki kapasitas maksimum atau batas orang yang ingin endorse

Weakness(Kelemahan):

  1. Harus memiliki reputasi untuk melakukan endorse
  2. Harus memiliki pengikut dan jangkauan luas untuk melakukan endorse

Opportunities(Peluang):

  1. Pasar domestik dan global masih terbuka lebar untuk dimanfaatkan.
  2. Dapat melakukan endorse dengan taraf domestik maupun global.
  3. Naiknya permintaan, akibat banyaknya pesaing online-shop
  4. Memiliki banyak event yang dapat meningkatkan tingkat permintaan dalam endorse
  5. Pola konsumsi masyarakat terhadap product yang dipasarkan secara online.

Threats(Ancaman):

  1. Kompetitor yang memiliki jangkauan pengikut yang luas dengan tarif lebih rendah
  2. Kemungkinan adanya peraturan pengenakan pajak penghasilan

4. Solusi

Adapun solusi terhadap endorser berdasrkan hasil evaluasi dan pengujian:
  1. Dengan memperkuat kualitas sendiri, misalnya dengan melakukan inovasi, meningkatkan kesetiaan onlineshop, dan memberikan bonus atau potongan tarif.
  2. Meningkatkan strategi promosi seperti perbanyak mengikuti event yang ada
  3. Pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya modal dengan tepat yang digunakan untuk pengembangan teknologi seoptimal mungkin.
  4.  Mempertahankan kualitas hasil.

5. Fase


  1. Opening : Berupa Bumper video
  2. Perkenalan Tokoh
  3. Menerima Tawaran Endorse, dimana proses bisnis dimulai
  4. Melakukan Proses Permodelan
  5. Melaksanakan Periklanan
  6. Mendapat Feedback dari konsumen jasa sebagai evaluasi dan pengujian